Category Archives: UNGGAS

MEMBUAT KANDANG AYAM SEDERHANA


CARA PENANGANAN DOC

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelum nya di dalam artikel tersebut, bagai mana saya membuat alternativ dari membuat kandang ayam yang sangat sederhana. seperti kita lihat pada gambar di bawah ini.

 Gambar indukan yang di buat dari kayu

Keterangan:

  • Dinding yang terbuat dari papan di pergunakan untuk malam hari saja.
  • Dan yang di batasi dengan sket yang dapat di lepas, lihat gambar. adalah kandang kotak yang di buat dengan kawat ram.
  • Kandang yang dinding nya dari kawat ram di pergunakan untuk siang hari..
  • Skets pemisah sebaiknya di buat dengan papan atau triplek saja

Teknikal Tambahan untuk membuat kandang ayam

  • Untuk memberi makanan pada kotak tersebut, sebaiknya jangan terlalu memberi makanan yang banyak ketika mereka tidur, berikan secukupnya saja, dan lebih baik memberikan makanan pada pagi hari ketika mereka berada pada kotak yang di buat dari kawat ram tersebut
  • Kapasitas DOC umur 0-6 minggu (untuk ayam telur dan ayam kampung) 20/m2

 

Panduan untuk suhu yang di perlukan selama anak ayam membutuhkan suhu yang ideal dengan menggunakan kotak kutuk sebagai indukan ini:

  • Umur 1 minggu 32 – 35 oc
  • Umur 2 minggu 30 – 32 oc
  • Umur 3 minggu 29 – 30 oc
  • Umur 4 minggu 26,6 oc
  • Untuk memelihara DOC di dalam kandang ini sampai umur 2 minggu saja
  • Setelah berumur 3 hari jemur DOC di dalam indukan tersebut 1 – 1.5 jam antara jam 9 – 10 pagi

Cara penggunaan:

§  Untuk ayam yang baru menetas dari induk nya biarkan dulu tinggal sama induk nya disarang ± 17 jam.

§  Sebelum DOC di masukan nyalakan lampu sampai suhu mencapai 30-32oC atau minimal 28 -30oC.

§  Alasnya sebaiknya menggunakan koran bekas 5 lembar agar kondisi suhu di dalam kandang buatan tsb tetap stabil

§  Jika semua sudah siap masukan DOC tapi jangan di kasih makanan dulu.

  • Untuk memelihara DOC di dalam kandang ini sampai umur 2 minggu saja
  • Setelah berumur 3 hari jemur DOC di dalam indukan tersebut 1 – 1.5 jam antara jam 9 – 10 pagi

§  Biarkan anak DOC meminum air gula sampai 2 jam à berikan makanan

Dosis untuk DOC 75 – 100 ekor:

–       Vitamin c                       : 1 gr

–       Vit e & selenium            : 1 gr      per liter air

–       Glucoline                       : 5gra

Jika tidak mempunyai vitamin2 tersebut berikan glukosa yang biasa di gunakan untuk minuman anak kecil atau cari saja di toko dengan menanyakan glucoline atau glucose.

Tujuan:

Untuk mengurangi dehidrasi selama di sarang atau di mesin tetas, atau selama perjalanan (kalau membeli anak ayam dari tempat jauh)

Jika tidak menemukan glucoline gunakan gula merah.

Dosis untuk 75 ekor ayam:

2 gram gula merah/1 – 1,5 litter

Hati2 jika dosis yang di gunakan berlebihan, anak ayam atau DOC akan mengalami mencret.

Cara penyajian:

Rebus air 1.5 liter sampai mendidih à masukan gula merah à tunggu sampai hancur à dinginkan à berikan kepada DOC

Jika gula merah tidak ada gunakan semangka sebagai makanan pertama

PROGRAM VACCINASI AYAM COBB 500

UMUR (HARI) UMUR (MINGGU) DESKRIPSI NATURE PENEMPATAN DOSIS YANG TEPAT NAMA VACCINE
4 1 ND+IB-LIVE (1) LIVE Mata Kanan 1 tetes Nobilis Ma5+clone30
5 1 Fowl pox Live Di sayap 1 tusuk Chick N Pox
6 1 Coccivac Live Air Minum 1 Coccivac D
9 2 VA Chick Vac (1) live inj.subcutan 0.2ml Reo S 1133
9 2 IBD Live live Mata Kiri 1 tetes Gumboro D78
11 2 Mycoplasma 1 Kill inj. Subcutan 0.25 ml MG-Bac
16 3 IBD Live (2) Live Oral (mulut) 1 tetes Brusine 2
22 4 ND+IB+live Live Mata kanan 1 tetes MA5+cl 30
22 4 ND+IB+ KiLL Kill Inj.dada kanan 0.5ml New Bronz
31 5 VA-Vac (2) Live subcutan 0.2ml S 1133, 2408
31 5 IBD LIve (3) LIve Oral 1 Bursine 2
39 6 ILT –Laryngo vac Live M:Kiri 1 tetes Laryngo Vac
53 8 ND+IB Lasota (3) Live M.Kanan 1 tetes ND+IB Lasota
79 12 Mycoplasma(2) Kill Subcutan 0.5 MG-Bac
79 12 Provac4 Kill Dada Kiri 0.5 ND+IB+IBD+ Reo KiLL
79 12 Fowl Pox Live Sayap Kiri 1 tusuk Poxine
88 13 Coryza Kill Dada Kanan 0.5ml Poulvac Coryza ABC IC 3
88 13 CAV (Chicken anemia Viruses) Live Dada Kiri 0.5 CAV P4
88 13 AE-Vac LIve oral 1 tetes AE vac
130 19 Provac 4(2) Killed Dada Kan 0.5ml ND+IB+IBD+ Reo KiLL
130 19 EDS Kill Kill Dada Kiri 0.5Ml EDS Vac
130 19 Coryza (2) Kill Subcutan 0.5 Ml Poulvac coryza Abc IC3
252 36 ND+IB Live Live Air Minum Nobilis MA5+Clone 30
301 43 ND+IB Live Live Air Minum Nobilis MA5+Clone 30
350 50 ND+IB Live Live Air Minum Nobilis MA5+Clone 30

 

Keterangan Istilah:

  • Injection subcutan adalah menyuntik ayam di bawah kulit sebelum daging.

–       Tempat ini di bagian kepala sebelah bawah (pundak)

–       Penusukan di sayap 9wing web) di sebelah dalam sayap ada rongga kulit tanpa daging di sanalah kita menusukan vaccine tersebut

  • Terkadang ada istilah double atau triple vaccine, di mana kita harus melakukan vaksinasi dalam jangka waktu dalam kurun minggu yang sama

YANG perlu di catat saat vaccinasi adalah.

  • Catat serial nomber vaccine tersebut (untuk keperluan masa mendatang)
  • Perhatikan atau catat masa kadaluarsa, dan buat ceklist (untuk catatan)
  • Untuk panduan, kalau live vaccine, anda harus menghabiskan vaccine dalam satu kali campur misalkan 1000 dosis untuk 1000 ayam, maka vaccine tersebut dari saat di campur sampai selesai jangan lebih dari 1 jam, karena jika lebih 1 jam kondisi virus yang ada di dalam vacccine akan lemah. akan tetapi untuk kill vaccine, anda boleh lebih 1 jam tidak ada masalah..
  • Catat siapa yang melaksanan kan vaccinasi tersebut  jika ada kesalahan di kemudian hari, anda bisa memperbaiki dengan memberi nasehat kepada vaccinator tersebut agar senantiasa berhati2.

Faktor faktor yang membuat ayam:

  1. Penurunan daya tahan yang di sebabkan oleh faktor2 yang tidak langsung misalnya dari amonia yang di hasilkan oleh sekam yang tidak bagus (atau basah), tempat minum kurang bersih
  2. Penularan dari ayam ke-ayam, atau dari Vektor penyebar seperti, burung, lalat, orang yang mengurus, kendaraan yang bolak balik tanpa disinfeksi terlebih dahulu, dan lain-lain.

Jenis penyakit pada ayam

  1. 1.    STREPTOCOCCUS
  • Penyakit ini adalah salah satu penyebab dalam menularnya penyakit ayam yang lainnya seperti, septisemia, toksemia, artritis, perikarditis, perihepatitis (hati) jantung dan lain-lain.
  • Penyakit streptococcus ini biasanya terjadi pada ayam yang mengalami tekanan (stress yang tinggi atau berlebihan)
NAMA ANTI BIOTIK KEBERKESANAN %
Ampicillin 100
Chlorampenicol 100
Gentamicin 71
Norfloxacin 75
Erythromycin 42
Colistin 33
TMP + sulfa 33
Neomycin 28
Kanamycin 16
Polymixin B 12

 

  1. 2.    PENYAKIT ND / TELO

Penyebab
ND/Telo disebabkan oleh virus golongan Paramyxo yang mempunyai struktur RNA, Virus ini bersipat menggumpalkan sel-sel darah merah ayam.
Virus NDV/Telo terbagi jadi 4 strain, yaitu:

  1. Strain Velogenik Type Asia.
  2. Strain Velogenik Type Amerika.
  3. Strain Metogenik, misalnya kumarox, mutkeswar, roikin.
  4. Strain Tentogenik, Misalnya ND Lasota, virus jenis ini mudah sekali di musnahkan dengan menggunakan disinfektan.

Tanda dan Gejala adalah:

Gejala gangguan syaraf, sayap jatuh terkulai dan tidak aktif, ayam sukar berdiri seperti kehilangan control, lehernya terpuntir (berputar) gejala ini muncul beberapa hari setelah penularan penyakit diare, sukar bernafas, seandainya ayam sudah bertelur dan terserang virus ND ini yang pastinya produksi telur menurun secara drastis.

Perjalanan penyakit

Pada masa inkubasi, atau ketika telur masih di dalam penetasan (karena ini penyakit yang di sebabkan oleh virus, maka sewaktu masih telor pun sudah terserang penyakit, penyebabnya, kalau didapati pada masa inkubasi, masalah besar yang harus di selesaikan adalah dari INDUK ayam) , Rata-rata pada umur 5 sampai 6 hari, penyakit terus berjalan hingga sampai 14 s/d 16 hari, Sesuai dengan tingkat keganasan virus yang menulari atau meng-inveksi ayam tersebut.
Akibat serangan ND, ayam akan menderita diare, sehingga tinja atau kotoran menjadi encer, dan berwarna hijau seperti lumut

Pengobatan:
Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini,
karena itu sangat berbahaya, jangan khawatir kita bisa menghindari serangan virus ini dengan mengamalkan bio-sekurity secara pencegahan sebelum terjadi di lapangan kerja.

 

Ayam anda akan berhasil jika

  1. Program 24 jam anda berhasil
  2. Cek terus perilaku ayam setiap saat
  3. Amonia jangan lebih dari 25ppm. apa lagi jangan sampai melebihi 50ppm
  4. untuk kandang terbuka, Ikuti cuaca dengan cermat, jangan gunakakan pemanas jika cuaca lagi panas.
  5. Pastikan di hari pertama anak ayam harus naik sebanyak 10gram, kaalu berhasil anak ayam akan bagus.
  6. Semoga bisa membantu untuk yang mungkin belum tau. terimakasih
Advertisements

MEMBUAT PAKAN UNGGAS SENDIRI – DOWNLOAD


MEMBUAT PAKAN UNGGAS SENDIRI

 

www.sentralternak.com

E-mail: sentralternak@yahoo.com

 

Pakan unggas?

Mungkin suatu istilah momok lama bagi peternak unggas terutama para peternak ayam ras (pedaging dan petelur). Bagaimana tidak, harga pakan yang tidak bisa stabil ditambah harga produk yang ikut tidak stabil salah satunya adalah karena pengaruh dari pakan. Maka tak sedikit para peternak ayam ras yang stress, merugi sampai gulung tikar karena tidak bisa mengikuti permainan harga pakan sehingga beralih usaha kepada jenis usaha yang mempunyai ‘sedikit’ kestabilan harga baik harga untuk pakan maupun harga hasil produknya. Ada yang banting setir untuk mencoba beternak ayam kampong, itik petelur dan pedaging, bahkan ada yang mencoba beternak kambing dan sapi. Salah satu penyebab berfluktuasinya harga pakan ayam ras adalah ada beberapa komponen bahan penyusun pakan yang mesti harus impor.

Banyaknya pemain baru dalam bisnis ayam kampong kami rasakan sendiri sebagai penyedia DOC ayam kampong. Saat sekarang ini kami merasa kewalahan melayani pesanan DOC ayam kampong dari berbagai penjuru nusantara. Tak kurang dari 4000-5000 ekor DOC ayam kampong kami produksi  per minggunya, tapi karena jumlah permintaan yang melebihi kapasitas produksi maka pembeli harus indent (pesan).

Banyaknya peternak ayam kampong yang sadar dan melakukan kegiatan usaha beternak ayam kampongnya beralih dari system pemeliharaan ekstensif ke system pemeliharaan secara intensif. Karenanya factor pakan tidak bisa diabaikan dan perlu mendapat perhatian lebih karena pakan mempunyai pengaruh besar dalam model pemeliharaan secara intensif. Pakan ayam kampung sebenarnya masalah sederhana, akan tetapi muncul pertanyaan, apakah efisien kalau kita memberikan pakan ala kadarnya atau dengan memberikan pakan ayam ras pada ayam kampong kalau dilihat dari tingkat produksinya? Dan setelah dihitung dan di ambil kesimpulan bahwa memang sangat tidak efisien kalau kita berikan pakan ala kadarnya atau pakan ayam ras full kepada ayam kampong. Maka usaha apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menekan biaya pakan dan keuntungan bisa meningkat ?

Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan membuat pakan sendiri untuk ayam kampong setelah melakukan usaha penghematan dengan efisiensi penggunaan pakan.  Jangan terbayang dulu masalah kerumitan dan njlimet urusan membuat dan mencampur pakan sendiri. Kalau mau belajar insyaallah semua bisa diselesaikan yang penting kedepankan dulu sikap kemauan dan rasa optimis tinggi. Seorang peneliti tidak mesti hanya sekali dalam menemukan karyanya, yang terpenting adalah terus berusaha menemukan.

Pemberian pakan pada ayam kampong pada dasarnya sama dengan ayam ras yakni berdasar pada tingkat umur, fase pemeliharaan, dan system pemeliharaan yang digunakan. Pakan untuk ayam kampong tidak boleh diabaikan. Mengapa? Karena pakan adalah aspek yang sangat vital bagi kehidupan ayam. Tanpa adanya pakan yang tercukupi kebutuhan nutrisinya maka pertumbuhan ayam kampong akan terganggu.  Berikut akan kami sajikan tabal kebutuhan protein dan energy metabolisme sesuai tingkatan fase pemeliharaan.

 

 

 

Tabel 1. Kebutuhan protein dan energy metabolisme untuk ayam kampung pedaging

FASE

UMUR

PROTEIN (%)

ENERGI METABOLISME (KKAL/KG)

Brooding

1-14 hari

22

3050

Starter

14-30 hari

20

3100

Grower

31-60 hari

19

2900

Finisher

>61hari

16-18

3000

 

Table 2. kandungan nutrisi beberapa bahan pakan yang biasa digunakan untuk pakan unggas :

Bahan baku

Protein (%)

Lemak (%)

Serat kasar (%)

Energi (kkal/kg)

Batas (%)

Bekatul

10.2

7.9

8.2

1.630

75

Broiler konsentrat

41-42

6

5

2800

40

Bungkil kedelai

41.7

3.5

6.5

1.540

30

Bungkil kelapa

20.5

6.7

12

1.540

15

Gandum

11.9

1.9

2.6

3.000

20

Jagung

9

3.8

2.5

3.430

50

Layer konsentrat

32-34

6

6

2500

40

Pollard

16.2

4.3

7.7

2.970

25

Sagu

1.9

1.19

4.68

2.630

25

Tepung bekicot

60.9

7

4.5

3.010

3

Tepung gaplek

1.5

0.7

0.9

2.970

20

Tepung ikan

53.9

4.2

1

2.640

20

Tepung tulang

12

3

2

5

 

Untuk pakan yang perlu mencampur dan meramu sendiri supaya kandungan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ayam kampong berdasar fase pemeliharaan ada hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

  1. Kandungan nutrisi bahan pakan yang akan dijadikan campuran atau untuk meramu pakan
  2. Ketersediaan bahan yang kontinyu dan stabil dalam hal kualitas
  3. Bahan tersebut tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia (food)
  4. Harga bahan baku relatif murah dan terjangkau

Berikut akan kami sajikan contoh perhitungan dan meramu pakan ayam kampong secara sederhana. Kita akan menyusun pakan untuk ayam kampong grower sebesar 19%. Bahan yang akan kita pakai untuk mencampur  adalah bahan yang mudah di dapat seperti:

Konsentrat ayam petelur (124 P)        40% x 34%      = 13.6%

Jagung                                                 45% x 9.0%     =   4.0%

Dedak/bekatul                                     15% x 10.2%   =   1.5%          +

Jumlah                                                                       = 19,1%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan terpenuhinya nutrisi pakan yang cukup maka kita akan bisa memantau jumlah komsumsi pakan dan berat badan mingguan ternak ayam kampong kita :

 

Table 3. Konsumsi pakan dan berat ayam kampong standart

Umur (mgg)

Konsumsi pakan (gr/ekor/mgg)

Berat badan (gr/ekor)

1

50

80

2

90

120

3

160

210

4

260

280

5

260

350

6

290

460

7

340

520

8

390

590

9

440

640

10

480

700

11

530

760

12

590

810

 

Angka yang menunjukkan berat badan ayam kampung di atas adalah termasuk angka yang rendah dan cukup standar, kenyataan di lapangan menunjukkan sekitar 10-20% dari ayam kampong  yang kita pelihara sudah bisa mencapai berat 600-800 gram pada umur 8-9 minggu. Sekali lagi, ini adalah perhitungan sederhana dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi peternak pemula.  Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk perbaikan kita bersama*(SPt)

Anda dapat mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya: www.sentralternak.com

 

Salam Kenal ..
Kami Produsen tepung ikan yang berlokasi di jl. Raya bypass krian kav. 101 – Sidoarjo.
dengan kadar protein 45% – 50%. Bahan baku : pilet ikan surimi, ikan petek, ikan tuna dan Bone Meal ( tepung tulang sapi)
Adapun spek Tepung Ikan :
– Protein          : 45% – Harga : Rp. 4.700/kg
– Protein          : 50% – Harga : Rp. 5.400/kg
– Moisture        : Max. 12%
– Kalsium         : Min. 10%
– Phosfor         : Min 4%
– Serat kasar    : max. 3%

Tepung ikan yang kami produksi menggunakan campuran atau tambahan “Bone Meal” untuk menaikkan kadar kalsium. Kandungan kalsium (Ca) yang ada pada Tepung Ikan kami hampir sama dengan jumlah kandungan kalsium (Ca) pada MBM. sangat sesuai untuk unggas petelur dan pertumbuhan unggas. Kalsium merupakan unsur yang paling esensial dalam pembentukan kulit telur dan untuk menghasilkan kualitas telur terbaik.

– Untuk awal pemesanan dan pembuktian tepung ikan kami, pemesanan order bisa 1 ton.
– Kami siap mengirim contoh tepung ikannya ke alamat Bpk/Ibu.
Trima kasih.
Contack person: TANTO
Tlip: (031)70889819, 08121740404, 08175003911
Email : hartanto_te@yahoo.co.id

Bottom of Form

Categories

file dapat di download di dini

BUDIDAYA AYAM POTONG


BUDIDAYA AYAM BROILER

 

  1. Pendahuluan

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Ayam Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

 

  1. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

 

  1. Kondisi Teknis yang Ideal
    1. Lokasi kandang

Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat

  1. Pergantian udara dalam kandang.

Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

  1. Suhu udara dalam kandang.

Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

Umur (hari)

Suhu ( 0C )

01 – 07

34 – 32

08 – 14

29 – 27

15 – 21

26 – 25

21 – 28

24 – 23

29 – 35

23 – 21

  1. Kemudahan mendapatkan sarana produksi

Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

 

  1. Tata Laksana Pemeliharaan
    1. 1.    Kandang

Tipe kandang ayam Broiler ada dua bentuk yaitu:

  1. Tipe panggung

Kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar.

  1. Tipe litter/lantai

Lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

 

  1. 2.    Pakan
    1. Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
    2. Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap:

1)   Tahap pembesaran

Umur 0-20 hari harus mengandung protein minimal 23%

2)   Tahap penggemukan umur > 20 hari yang memakai pakan berkadar protein 20 %.

  1. Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.
  2. Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
  3. Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio) dengan rumus:
FCR =

jumlah pakan selama pemeliharaan

total bobot ayam yang dipanen

Contoh:

Diketahui

–       Ayam yang dipanen                               : 1000 ekor

–       Berat rata-rata                                        : 2 kg

–       Berat pakan selama pemeliharaan          : 3.125 kg

maka FCR-nya adalah :

FCR  =

3.125

2000

          =   1,6

Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

 

  1. 3.    Vaksinasi

Vaksinasi ND

–       Umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1

–       Umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum

 

  1. 4.    Teknis Pemeliharaan
    1. Minggu Pertama (hari ke-1-7).

–       Hari pertama DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis ± 1 – 2 cc/liter atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi.

–       Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi.

–       Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

–       Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/liter atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter

–       Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4

  1. Minggu Kedua (hari ke 8 -14).

–       Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan.

–       Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya.

–       Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

  1. Minggu Ketiga (hari ke 15-21).

–       Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik.

–       Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor.

–       Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum.

–       Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya.

–       Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap

  1. Minggu Keempat (hari ke 22-28).

–       Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat.

–       Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam.

–       Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg

–       Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam.

–       Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.

  1. Minggu Kelima (hari ke 29-35).

–       Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang.

–       Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering.

–       Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam.

–       Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.

  1. Minggu Keenam (hari ke-36-42).

–       Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan.

–       Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

 

  1. 5.    Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

  1. a.    Tetelo (Newcastle Disease/ND)

–       Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah.

Gejalanya:

ü Ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat.

ü Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati.

–       Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan.

–       Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

 

  1. b.   Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)

–       Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus.

Gejala:

ü Diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar.

ü Sering menyerang pada umur 36 minggu.

ü Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar.

–       Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro

 

  1. c.    Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)

–       Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum

Gejala:

ü Ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas.

ü Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan.

–       Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat

–       Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai

 

  1. d.   Berak Kapur (Pullorum).

–       Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur.

–       Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.

–       Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi.

–       Penularan melalui kotoran.

–       Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

–       Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres.

–       Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. (suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis)

–       Penyakit yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik.

–       Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.

–       Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino.

–       Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan:

1)   Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.

2)   Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh

3)   Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh

 

  1. 6.    Sanitasi/Cuci Hama Kandang

–       Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen.

–       Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu:

ü Tahap I: Pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya

ü Tahap II:  Pengapuran di dinding dan lantai kandang

–       Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit.

–       Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

 

Catatan:

Untuk informasi produk VITERNA – POP NASA hubungi: email: komala_1972@yahoo.com

file dapat di unduh di sini

%d bloggers like this: