PERKANDANGAN SAPI POTONG

PERKANDANGAN SAPI POTONG

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN

2007

Diterbitkan : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

Hak Cipta @ 2007

Loka Penelitian Sapi Potong

Jln. Pahlawan Grati No. 2 Grati Pasuruan 67184

Penyunting Pelaksana :

Andi Mulyadi

Marsandi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya dengan tersusunnya buku ”Petunjuk Teknis Manfaat Bensin  Sebagai  Bahan  Pengganti  Ekstraksi  Pada  Analisis  Kadar Lemak”

Buku petunjuk teknis ini disusun untuk memberikan informasi kepada para pelaku usaha dan pemerhati peternakan untuk memajukan industri peternakan dalam rangka “Swasembada daging

tahun 2010”. Buku ini menjelaskan secara rinci teknologi alternatif yang lebih murah dan mudah dikerjakan sebagai modifikasi metode yang dilakukan untuk analisis lemak kasar, dalam rangka menyusun komposisi ransum seimbang, sesuai dengan kebutuhan ternak. Penerbitan buku ini dibiayai dari dana kegiatan Prima Tani Loka Penelitian Sapi Potong T.A. 2007.

Kepada staf peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong yang telah menyusun buku ini diucapkan penghargaan dan terima kasih. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkannya

Bogor, September 2007

Kepala Pusat

Dr. Abdullah M. Bamualim

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR

…………………………………….     iii

DAFTAR ISI

………………………………………………….     iv

DAFTAR GAMBAR

………………………………………     vi

I      PENDAHULUAN

………………………………………….     1

II.     FUNGSI KANDANG

………………………………………     3

III.    PERSYARATAN KANDANG …………………………..     4

1.  Pemilihan lokasi ……………………………………….      4

2.  Letak bangunan ………………………………………..     4

3.  Konstruksi ……………………………………. …………     4

4.  Bahan  …………………………………………………….     5 a. Lantai……………………………………………………..     5 b. Kerangka………………………………………………..     7 c. Atap……………………………………………………….     7 d. Dinding…………………………………………………..     8 e.  Lorong atau gang…………………………………….     9

5. Perlengkapan kandang…… ………………………….      9 a.  Palung …………………………………………………..    10 b.  Selokan …………………………………………………    10 c.  Tempat penampungan kotoran …………………    11

d.  Peralatan kandang ………………………………….    12

iv

Perkandangan Sapi Potong 2007

IV.    TIPE KANDANG MENURUT BENTUK DAN           14

FUNGSIN ……………………………………. ……………….

1. Kandang individu ………………………………………..    14

2. Kandang kelompok .. …………………………………..    16

V.     ATALAKSANA PERKANDANG AN

……………….    20

1.  Kandang pembibitan ……………………………..    20

2.  Kandang beranak  ……………………………………..    21

3.  Kandang pembesaran  ……………………………….    23

4.  Kandang  penggemukan …………………………….    25

5.  Kandang  paksa ………………………………………..     27

6.  Kandang pejantan  …………………………………….    28

7.  Kandang karantina  ……………………………………    29

VI.    DAFTAR PUSTAKA

………………………………………    30

v

Perkandangan Sapi Potong 2007

DAFTAR GAMBAR

Halaman

No. Gambar

1         Kemiringan     lantai     kandang     dan     ukuran     7 selokan………………………………………………………..

2         Macam-macam model atap kandang  ……………..      8

3         Kandang   individu   dengan   lorong   ditengah     9 kandang  …………………………………………………….

4         Palungan sapi potong……………………………………    10

5         Selokan pembuangan air dibelakang ternak…. …    11

6         Tempat pengumpulan dan penyaringan kotoran   12 kandang  …………………………………………………….

7         Tempat pembuatan biogas …………………………..    13

8         Kandang individu satu baris searah tanpak dari   15 samping depan  …………………………………………..

9         Kandang individu satu baris searah tanpak dari   15 samping Belakang ……………………………………….

10        Kandang  individu  model  dua  baris     kepala   16 searah dengan lorong ditengah  …………………….

11        Kandang kelompok beratap seluruhnya  ………….    17

12        Kondisi ternak dalam kandang kelompok  ……….    18

13        Kandang  kelompok  beratap  sebagian  beserta   19 rak penyimpanan pakan  ……………………………….

14        Skema model perkandangan   sapi induk pada   21 kandang individu   ………………………………………..

15        Skema  model perkandangan  sapi induk pada   21

vi

Perkandangan Sapi Potong 2007

kandang kelompok  ……………………………………

16        Kandang beranak tanpak  dari dalam  …………….    22

17        Pelumbaran kandang beranak  ………………………    23

18        Kandang pembesaran tanpak dari depan ………..    24

19        Ukuran depan kandang pembesaran ………………    25

20        Kandang kelompok pembesaran

…………………..   26

21        Tempat bank pakan jerami  ……………………………    26

22        Kandang paksa tampak  dari samping  ……………    27

23        Kandang pejantan  ……………………………………….    28

  1. I.              P END AH ULU AN

Kebutuhan daging sapi potong secara nasional setiap tahun terjadi peningkatan, akan membawa dampak negatif terhadap kemampuan produksi dan perkembangan populasinya.   Kemampuan produksi daging sapi potong tahun 2006 mencapai 290,56 ribu ton, sementara kebutuhan daging sapi mencapai 410,9 ribu ton dengan tingkat konsumsi sebesar 1,84 kg/kapita/tahun atau mengalami defisit sebesar 29,3 %. Sedangkan pertumbuhan sapi potong pada tahun yang sama mencapai sebesar 1,22 % dari populasi yang diprediksikan sebesar 10,8 juta, belum mencukupi kebutuhan daging dengan tingkat defisit sebesar 1,6 juta ekor (14,5 %) dari populasi 12,4 juta ekor.

Upaya pemerintah Cq. Dirjen Peternakan telah mencanangkan swasembada daging sapi tahun 2010, dengan predeksi sebesar 90 – 95 % kebutuhan dipasok dalam negeri dan  5 – 10% impor dari luar negeri. Untuk mendukung program tersebut diperlukan talaksana pemeliharaan sapi potong melalui inovasi teknologi perkandangan.

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum  mendapat perhatian dalam usaha peternakan sapi potong khususnya  peternakan rakyat. Kontruksi  kandang  belum  sesuai dengan   persyaratan teknis   akan mengganggu produktivitas ternak, kurang efisien dalam penggunaan tenaga kerja dan berdampak terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi kandang belum memberikan keleluasaan, kenyamanan dan kesehatan  bagi ternak.

Beberapa persyaratan  yang diperlukan dalam mendirikan kandang antara lain:

–       Memenuhi persyaratan kesehatan ternaknya

–       Mempunyai ventilasi   yang baik

–       Efisiensi dalam pengelolaan

–       Melindungi ternak dari pengaruh iklim dan keamanan kecurian

–       Serta tidak berdampak terhadap  lingkungan sekitarnya

Konstruksi kandang harus kuat dan tahan lama, penataan dan perlengkapan kandang hendaknya  dapat  memberikan  kenyamaman kerja bagi petugas dalam dalam proses produksi seperti memberi pakan, pembersihan, pemeriksaan birahi dan penanganan kesehatan.

Bentuk dan tipe kandang hendaknya disesuaikan dengan lokasi berdasarkan agroekosistemnya,   pola atau tujuan   pemeliharaan dan kondisi fisiologis ternak.

Petunjuk teknis perkandangan sapi potong ini memuat   beberapa tipe  /  macam  kandang  berdasarkan    bentuk  dan  fungsinya  serta berdasarkan tujuan atau pola pemeliharaannya.

 

  1. II.           FUNGS I KANDANG

 

  1. Melindungi ternak dari perubahan cuaca atau iklim yang ekstrem (panas, hujan dan angin).
  2. Mencegah dan melindungi ternak dari penyakit.
  3. Menjaga keamanan ternak dari pencurian.
  4. Memudahkan pengelolaan ternak dalam proses produksi seperti pemberian pakan, minum, pengelolaaan kompos dan perkawinan
  5. Meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja.

 

  1. III.        PERSYARATAN KANDANG

 

Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang untuk sapi potong   antara lain dari segi teknis, ekonomis, kesehatan kandang  (ventilasi kandang, pembuangan kotoran), efisien pengelolaan dan kesehatan lingkungan sekitarnya.

  1. 1.        Pemilihan lokasi.

Beberapa  pertimbangan  dalam  pemilihan  lokasi  kandang  antara lain:

  1. Tersedianya sumber air, terutama untuk minum, memandikan ternak dan membersihkan kandang
  2. Dekat dengan sumber pakan.
  3. Transportasi  mudah,  terutama  untuk  pengadaan  pakan  dan pemasaran
  4. Areal yang  ada dapat diperluas
  1. 2.        Letak bangunan
    1. Mempunyai permukaan yang lebih tinggi dengan kondisi sekelilingnya, sehingga tidak terjadi genangan air dan pembuangan kotoran lebih mudah.
    2. Tidak berdekatan dengan bangunan umum atau perumahan minimal 10 meter
    3. Tidak menggangu kesehatan lingkungan
    4. Agak jauh dengan jalan umum
    5. Air limbah tersalur dengan baik
  1. 3.        Konstruksi
    1. Konstruksi  kandang  harus  kuat,  mudah  dibersihkan,  mempunyai sirkulasi  udara  yang  baik,  tidak  lembab  dan  mempunyai tempat penampungan   kotoran   beserta   saluran   drainasenya.
    2. Kontruksi kandang harus mampu menahan beban benturan dan dorongan yang kuat dari ternak. serta menjaga keamanan ternak dari pencurian.
    3. Penataan kandang dengan perlengkapannya hendaknya dapat memberikan kenyamanan  pada ternak serta memudahkan kerja bagi petugas dalam memberi pakan dan minum, pembuangan  kotoran dan penanganan kesehatan ternak.
    4. Dalam mendesain konstruksi kandang sapi potong harus didasarkan agroekosistem wilayah setempat, tujuan pemeliharaan, dan status fisiologis ternak.
    5. Model  kandang sapi potong didataran tinggi, diupayakan  lebih tertutup  untuk  melindungi  ternak  dari  cuaca  yang dingin, sedangkan untuk dataran rendah  kebalikannya  yaitu  bentuk kandang yang lebih terbuka.
    6. Tipe dan bentuk kandang dibedakan berdasar status fisiologis dan pola pemeliharaan dibedakan yaitu:

–       Kandang pembibitan

–       Penggemukan

–       Pembesaran

–       Kandang beranak/menyusui

–       Kandang pejantan

–       Kandang paksa, dll

  1. 4.        Bahan

Dalam pemilihan bahan kandang hendaknya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi     dan tujuan usaha untuk jangka panjang, menengah atau pendek. Pemilihaan bahan kandang hendaknya minimal tahan untuk jangka waktu 5 –10 tahun, dengan memanfaatkan dari bahan-bahan lokal yang banyak tersedia.

Bagian-bagian dan  bahan kandang yaitu :

  1. a.    Lantai

Lantai kandang harus kuat, tahan lama, tidak licin dan tidak terlalu kasar, mudah  dibersihkan  dan  mampu  menopang  beban yang ada diatasnya. Lantai kandang yang kedap air.

Berdasarkan kondisi alas lantai, dibedakan lantai kandang sistem litter dan non litter.

–       Alas lantai kandang sistem litter merupakan lantai kandang yang diberi  tambahan      berupa  serbuk  gergaji  atau  sekam,  dan  bahan lainnya berupa kapur/dolomite sebagai dasar alas.   Pemberian bahan dasar alas dilakukan pada awal sebelum ternak dimasukan kedalam kandang. Sistem alas litter   lebih cocok untuk kandang koloni atau kelompok, karena tidak ada kegiatan memandikan ternak dan pembersihan kotoran feces secara rutin. Kondisi kandang dan ternaknya lebih kotor tetapi lebih efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja untuk pembersihan kandang. Bila kondisi letter kandang  becek, dilakukan penambahan serbuk gergaji yang dicampur dengan kapur/dolomite. Selain membuat alas kandang tetap kering, penambahan kapur tersebut dapat berfungsi sebagai bahan untuk produksi kompos dan rasa empuk kepada ternak serta kesehatan menjaga kesehatan ternak.

–       Alas lantai kandang sistem  non litter merupakan lantai kandang tanpa mendapat tambahan apapun. Model alas kandang ini lebih tepatuntuk  ternak yang dipelihara  pada  kandang  tunggal  atau kandang individu.   Kandang sistem non litter beserta ternaknya akan tampak  lebih  bersih  dibanding  sistem  litter,  karena  secara  rutin dilakukan kegiatan memandikan sapi dan pembuangan kotoran feces.

Lantai kandang harus selalu terjaga drainasenya,  sehingga untuk lantai kandang non

Litter dibuat miring kebelakang untuk memudahkan pembuangan kotoran dan menjaga kondisi lantai tetap kering. Kemiringan lantai berkisar antara 2–5%, artinya    setiap panjang lantai 1 meter  maka ketinggian  lantai  bagian  belakang

menurun sebesar 2 – 5 cm (gambar 1).

Gambar 1. Kemiringan lantai kandang dan ukuran selokan

  1. b.   Kerangka

Dapat terbuat dari bahan besi, besi beton, kayu dan bambu disesuaikan dengan tujuan dan kondisi yang ada

  1. c.    Atap

Terbuat dari bahan genteng, seng, rumbia, asbes dan lain-lain. Untuk daerah  panas sebaiknya mengunakan bahan genting sebagai atap kandang.

Kemiringan atap  untuk bahan genting adalah 30 – 45 % , asbes atau  seng sebesar 15 – 20 %  dan rumbia atau alang-alang sebesar 25 – 30 %,

Ketinggian atap untuk daerah  panas 3,5 – 4,5 meter dan dataran tinggi 2,5 – 3,5 meter

Bentuk dan model atap kandang hendaknya menghasilkan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang, sehingga kondisi lingkungan dalam kandang memberikan kenyamanan ternak.

Berdasarkan bentuk atap kandang, beberapa model atap untuk  atap monitor, semi monitor, gable dan shade (Gambar 2).

Model atap untuk daerah dataran tinggi hendaknya menggunakan Shade atau gable, sedangkan untuk dataran rendah adalah monitor atau semi monitor.

Model atap monitor, semi monitor dan gable model kandang yang mempunyai atap  dua bidang , sedangkan shade mempunyai atap satu bidang

Gambar 2 : Macam-macam model atap kandang

  1. d.   Dinding

Dibuat   dari tembok, kayu, bambu atau bahan lainnya, dibangun lebih tinggi dari sapi  waktu berdiri.

Untuk dataran rendah yang suhu udaranya  panas  dan  tidak  ada  angin  kencang,  bentuk  dinding kandang adalah lebih terbuka,  sehingga cukup menggunakan  kayu atau  bambu yang berfungsi  sebagai pagar kandang agar sapi tidak keluar. Dinding kandang yang terbuat  dari  sekat kayu atau  bambu hendaknya mempunyai jarak atar sekat antara 40 – 50 cm.

Untuk  daerah dataran tinggi dan udaranya dingin atau daerah pinggir pantai yang   anginnya  kencang,  dinding kandang harus lebih tertutup atau rapat.

  1. e.    Lorong atau gang.

Merupakan jalan yang terletak diantara dua kandang individu, untuk memudahkan pengelolaan seperti pemberian pakan, minum dan pembuangan  kotoran.  Lebar lorong  disesuaikan  dengan  kebutuhan dan model kandang, umumnya bekisar antara 1,2–1,5 meter. Lorong kandang  hendaknya  dapat  dilewati  kereta  dorong  (gerobak)  untuk

mengangkut bahan pakan dan bahan keperluan lainnya (Gambar 3).

Gambar 3 : Kandang individu dengan lorong ditengah kandang.

  1. 5.        Perlengkapan kandang

Beberapa perlengkapan kandang untuk sapi potong meliputi: palungan yaitu tempat pakan, tempat minum, saluran darinase, tempat penampungan kotoran,   gudang pakan dan peralatan kandang. Disaping itu harus dilengkapi dengan tempat penampungan air   yang terletak diatas (tangki air) yang dihubungkan dengan pipa ke seluruh kandang.

  1. a.    Palungan

Palungan merupakan tempat pakan dan tempat minum yang berada didepan  ternak,  terbuat  dari  kayu     atau  tembok  dengan      uran mengikuti lebar kandang. Kandang individu yang mempunyai lebar kadang  sebesar  1,5  meter,    maka  panjang  tempat  pakan  berkisar antara  90 – 100 cm dan  tempat minum berkisar antara 50 – 60 cm. Sedangkan lebar palungan adalah 50 cm, dan tinggi bagia   luar 60 cm dan bagian dalam sebesar   40 cm. Ukuran palungan untuk kandang kelompok adalah   mengikuti    panjang   kandang,    dengan proporsi

tempat minum yang lebih kecil dari tempat pakan (Gambar 4).

Gambar 4. Palungan sapi potong

  1. b.   Selokan

Merupakan saluran pembuangan kotoran dan air kencing yang berada  dibelakang  kandang ternak individu (Gambar 5).  Ukuran selokan kandang disesuaikan dengan kondisi kandang tujuan pemeliharaan. Ukuran selokan digunakan pada untuk   kandang individu, dengan ukuran   lebar 30 – 40 cm dan dalam 5 – 10 cm

(Gambar 1).

Gambar 5. Selokan pembuangan air dibelakang ternak

  1. c.    Tempat penampungan kotoran

Tempat penampungan kotoran/bak penampungan yang terletak dibelakang kandang, ukuran dan bentuknya disesuikan dengan kondisi lahan dan tipe kandangnya. Pembuangan kotoran dari kandang kelompok dilakukan setiap 3-4 bulan sekali sesuai dengan kebutuhan, berupa bak penampungan dan berfungsi untuk proses pengeringan dan pembusukan feses menjadi kompos. Tempat penampungan kotoran feses dari kandang individu adalah produk akhir berupa biogas atau kompos saja, tergantung tujuan pemanfaatannya. Pengumpulan kotoran kandang berupa feses dan air kencing setiap hari dilakukan  melalui saluran drainase menuju tempat penampungan yang letaknya lebih rendah dari kandang. Tempat  pengumpulan kotoran kandang untuk  tujuan kompos, adalah berupa 3 buah  bak penampungan   dan penyaringan dan 3 buah    bak pengeringan yang terletak diatasnya (Gambar 6). Sedangkan tempat pengumpulan kotoran kandang untuk tujuan biogas adalah berbetuk tangki penampungan yang terbuat dari beton atau plastik (Gambar 7).

Gambar 6. Tempat pengumpulan dan penyaringan Kotoran kandang

  1. d.   Peralatan kandang

Beberapa peralatan yang banyak digunakan untuk kandang sapi potong meliputi : sekop untuk membersihkan kotoran, sapu lidi, sikat, tali sapi dan kereta dorong (gerobak).

Gambar 7. Tempat pembuatan biogas

  1. IV.        TIPE KANDANG BERDASARKAN  BENTUK DAN FUNGSINYA

 

Tipe kandang berdasarkan bentuk dan fungsinya terdiri atas kandang individu dan kandang kelompok/koloni.

  1. 1.        Kandang individu

Kandang  individu  atau kandang  tunggal,  merupakan model kandang satu ternak satu kandang. Pada bagian depan ternak merupakan tempat palungan (tempat pakan dan air   minum), sedangkan bagian belakang adalah selokan  pembuangan kotoran. Sekat pemisah pada kandang tipe ini lebih diutamakan pada bagian depan ternak mulai palungan sampai bagian badan ternak atau mulai palungan sampai batas pinggul ternak   Tinggi sekat pemisah sekat sekitar 1 m atau setinggi badan sapi. Sapi di kandang  individu  diikat dengan tali tampar pada lantai depan guna menghindari perkelahian sesamanya Luas kandang individu disesuaikan dengan ukuran tubuh sapi  yaitu sekitar panjang 2,5  meter dan lebar 1,5 meter (Gambar 8 dan 9).

Biaya kandang individu lebih tinggi  dibanding kandang klompok (biaya  pembuatan  kandang,  biaya  tenaga  kerja  untuk  memandikan sapi dan pembersihan kandang). Kelebihan kandang   individu dibanding kandang kelompok yaitu :

–       Sapi  lebih tenang dan tidak mudah stress

–       Pemberian pakan dapat terkontrol sesuai dengan kebutuhan ternak,

–       Menghindari persaingan pakan dan keributan dalam kandang.

Menurut susunannya, terdapat tiga macam kandang individu yaitu :

  1. Satu baris dengan posisi kepala searah
  2. Dua baris  dengan posisi kepala  searah, dengan lorong ditengah
  3. Dua baris   dengan posisi kepala   berlawanan , dengan lorong di tengah
Gambar 8: Kandang individu satu baris searah tanpa dari samping depan Gambar 9. Kandang individu satu baris searah tampak dari depan tampak dari samping belakang Gambar 10. Kandang individu model dua baris  kepala searah dengan lorong ditengah

–       Kandang indivdu dengan model satu baris kepala searah, biasanya menggunakan tipe kandang yang mempunyai atap satu bidang (Shade), dimana lorong yang digunakan untuk memberi pakan dan minum terletak di muka deretan kandang

–       Kandang individu  model dua baris, biasanya menggunakan tipe kandang yang mempunyai atap dua bidang (Gable, Monitor dan Semi monitor). Lorong ditengah pada kandang yang mempunyai posisi kepala searah adalah untuk memberi pakan dan minum, sedangkan pada  kandang yang mempunyai posisi kepala berlawanan, lorong ditengah adalah untuk membersihkan kotoran dan feces (Gambar 10).

 

  1. 2.        Kandang Kelompok

Kadang kelompok atau dikenal dengan koloni/komunal merupakan model kandang dalam suatu ruangan kandang ditempatkan beberapa ekor ternak, secara bebas tanpa diikat. Keunggulan model kandang kelompok dibanding  kandang individu adalah efisiensi  dalam penggunaan tenaga kerja rutin terutama pembersihan kotoran kandang , memandikan sapi, deteksi birahi dan perkawinan alam. Dalam hal ini satu orang tenaga kandang mampu menangani sekitar 50 ekor, bila dibanding kandang individu sekitar 20 – 25 ekor

Berdasarkan  bentuk atap, kandang kelompok terdapat  2 macam yaitu:

  1. Kandang kelompok beratap seluruhnya
  2. Kandang kelompok beratap sebagian.

Kandang kelompok beratap seluruhnya merupakan kandang kelompok terhindar dari pengaruh hujan dan mata hari langsung (Gambar 11 dan 12). Tipe lantai yang digunakan kandang ini adalah alas litter, dan pembongkaran litter lantai kandang dilakukan apabila tinggi  litter mencapai setinggi 40 cm, atau dilakukan pembersihan sekitar 3 – 4 kali dalam setahun. Alas letter dari kandang kelompok selanjutnya dikumpulkan dan dikeringkan di tempat penampungan untuk digiling sebagai kompos yang baik. Kapasitas   tampung ternak dalam satu kandang model ini adalah sekitar per ekor 5–6 m2, dan disesuaikan  dengan kondisi  litter, yaitu semakin padat kondisi  litter akan mudah  becek.

Sepanjang  bagian sisi kandang dilengkapi dengan tempat palungan yaitu pada sisi depan untuk tempat pakan hijauan dan tempat air minum secara terpisah, sedangkan pada sisi belakang kandang palungan untuk tempat pakan penguat atau konsentrat.

Kandang  kelompok  beratap  sebagian  merupakan  kandang kelompok, pada bagian depan kandang (terutama tempat palungan) ditutupi  oleh  atap.    Kandang  kelompok  model  ini  identik  dengan kandang pelumbaran terbatas (Gambar 13).

Lantai  kandang  model  ini menggunakan lantai semen atau betton  berpori (model wavin) terutama pada bagian lantai yang tidak beratap. Pada bagian belakang kandang    dilengkapi selokan pembuangan terutama untuk menjaga kebersihan lantai kandang pada musim hujan.  Alas lantai pada model kandang ini tidak menggunakan alas dasar  litter, namun bahan alas litter hanya disebarkan pada lantai (terutama lantai yang beratap) yang becek. Pembuangan feses dilakukan secara berkala yaitu 3 – 4 kali setahun atau sesuai kebutuhan. Kelebihan sistem perkandang ini adalah ternak lebih bebas dan adanya  rak penyimpanan pakan kering (seperti  jerami)  sehingga pakan hijauan kering selalu tersedia.

Gambar 11

Kandang kelompok beratap seluruhnya

Gambar 12

Kondisi ternak dalam kandang kelompok

Gambar 13 : Kandang kelompok beratap sebagian beserta rak penyimpanan pakan

  1. V.           TATALAKSANA  PERKANDANGAN

 

Tatalaksana perkandangan sapi potong sesuai dengan tujuan dan pola pemeliharaan meliputi   kandang pembibitan, pembesaran dan penggemukan. Sedangkan kandang pendukungnya adalah kandang beranak atau kandang laktasi, kandang pejantan, kandang perawatan dan kandang paksa.

  1. 1.        Kandang pembibitan

Tatalaksana  kandang  untuk  pembibitan  digunakan  untuk pemeliharan induk/calon  induk    dengan  tujuan  untuk  menghasilkan anak atau  pedet sampai sapih  umur 4–7 bulan. Tipe kandang  untuk program pembibitan sapi potong berdasarkan program perkawinanya, yaitu   menggunakan   kandang   individu   atau   kandang   kelompok. Kandang individu bila perkawinannya menggunakan  kawin suntik (IB) atau dibawa ke pejantan sesuai dengan keinginannya.

Kandang kelompok yaitu kawin dengan pejantan yang ada dalam kandang tersebut. Pola pemeliharaan induk pada kandang individu membutuhkan pengamatan terhadap aktivitas reproduksinya  yaitu saat birahi, untuk dibawa ke  kandang kawin dengan menggunakan pejantan yang diinginkan.  Induk yang telah bunting (8-9 bulan) pada kandang individu, pada  kandang beranak/laktasi sampai pedet berumur 2 bulan. Induk laktasi setelah 2  bulan, dikawinkan lagi  bila  birahi, kemudian induk dikembalikan pada kandang individu (Gambar 14).

Pola  pemeliharaan pada  kandang kelompok, tidak membutuhkan pengamatan khusus terhadap aktivitas reproduksinya karena  ternak kawin sendiri dalam kandang saat birahi. Induk saat   bunting (7 – 8 bulan)  pada  kandang  koloni     segera  ditempatkan  pada  kandang beranak sampai anaknya  berumur 2 bulan, selanjutnya setelah induk

laktasi 2 bulan dikembalikan  pada pada kelompok semula atau pada kandang lain yang berbeda pejantannya (Gambar 15). Pola pemeliharaan  dengan  kandang  kelompok  ini  akan  memperpendek jarak beranak atau calving interval dibanding kandang individu, karena pola perkawinannya terjadi secara alami.

Gambar 14. Skema model perkandangan sapi induk pada kandang individu

Gambar 15. Skema  model perkandangan sapi induk pada kandang kelompok

  1. 2.        Kandang beranak

Kandang beranak atau kandang menyusui adalah kandang un   k pemeliharaan khusus induk atau calon induk  yang telah bunting tua (8-9 bulan) sampai menyapih pedetnya, dengan tujuan menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup pedet. (Gambar 16).

Gambar 16. Kandang beranak tanpak

Kontruksi kandang beranak harus memberi kenyamanan dan keleluasaan bagi induk dan  pedet  selama  menyusui.  Kandang beranak termasuk tipe individu yang  dilengkapi dengan palungan pada bagian depan,   dan selokan pada bagian dibelakang ternak, serta di belakang kandang dilengkapi dengan halaman pelumbaran. (Gambar 17). Lantai kandang selalu bersih, kering. Kontruksi pagar pelumbaran adalah lebih rapat yang menjamin pedet tidak keluar kandang. Luas kandang beranak mempunyai ukuran 3 X 3 meter termasuk palungan didalamnya.

Gambar 17. Pelumbaran kandang beranak dari dalam
  1. 3.        Kandang pembesaran

Kandang pembesaran untuk  pemeliharaan pedet lepas sapih yaitu antara umur 4–7 bulan sampai dewasa antara umur 18–24 bulan (Gambar 18 dan 20). Tipe kandang ini adalah kandang kelompok yang mempunyai pelumbaran. Kontruksi kandang pembesaran untuk pedet lepas sapih harus menjamin ternak tidak bisa keluar pagar serta mampu mencapai pakan di  dalam palungan. Oleh karena itu   jarak antar sekat pada pagar dan depan  palungan  maximal sebesar 40 cm. Tinggi palungan ke lantai (bagian luar) sekitar   50 cm dan tinggi palungan bagian dalam sekitar 40 cm ( Gambar 19). Kapsitas kandang

untuk pembesaran per ekor sebesar 2,5 – 3 m. Tatalaksana yang perlu mendapat perhatian untuk kandang pembesaran adalah kepadatan  kaitannya  dengan    kecukupan  sarana  (palungan),  dan kondisi ternak  yang dipelihara dalam satu kandang harus mempunyai kondisi badan yang sama atau hampir sama, untuk menghindari persaingan sesamanya. Pemeliharaan berikutnya setelah dari kandang pembesaran  dilakukan  pemisahan  antara  jantan  dan  betina,  yaitu ternak jantan   dipelihara pada kandang penggemukan atau sebagai calon pejantan dan yang betina sebagai replacement stok untuk calon induk.

Gambar 18

Kandang pembesaran tampak dari depan

Gambar 19

Ukuran depan kandang pembesaran

 

  1. 4.        Kandang penggemukan

Kandang   penggemukan untuk pemeliharaan sapi jantan dewasa beberapa bulan sampai mencapai bobot tertentu. Lama pemeliharaan ternak pada kandang penggemukan berkisar antara 4 – 12 bulan, tergantung pada kondisi awal   ternak (umur dan bobot badan)  dan ransum yang diberikan.  Tipe kandang untuk penggemukan jantan dewasa adalah tipe  kandang  individu,  untuk  menghindari perkelahian sesamanya. Beberapa model kandang penggemukan dengan sistem kereman dibuat   lebih tertutup  rapat dan sedikit gerak untuk mengurangi kehilangan energi dan mempercepat proses penggemukan

Gambar 20

Kandang kelompok pembesaran

Gambar 21

Tempat bank pakan jerami

  1. 5.        Kandang paksa

Kandang paksa atau lebih dikenal dengan kandang  jepit ialah untuk  melakukan   kegiatan   perkawinan  IB,   perawatan   kesehatan (potong kuku) dan lain sebagainya (Gambar 22).   Kontruksi kandang paksa  harus  kuat  untuk  menahan  gerakan sapi.    Ukuran  kandang paksa  yaitu panjang sebesar110cm,  lebar sebesar 70 dan tinggi sebesar 110 cm. Pada bagian sisi depan kandang dibuat palang untuk menjepit leher ternak.

Gambar 22. Kandang paksa tampak  dari samping
  1. 6.        Kandang pejantan

Kandang pejantan untuk  pemeliharan sapi  jantan  yang  khusus digunakan sebagai pemacek. Tipe kandang pejantan adalah individu yang dilengkapi dengan palungan (sisi depan) dan saluran pembuangan kotoran pada sisi belakang (Gambar 23). Kontruksi kandang pejantan harus kuat serta  mampu menahan benturan dan dorongan serta memberikan kenyamanan dan keleluasaan bagi ternak. Luas kandang pejantan adalah panjang (sisi samping) sebesar 270 cm dan lebar (sisi depan) sebesar 200 cm.

Gambar 23. Kandang pejantan
  1. 7.        Kandang karantina

Kadang karangtina digunakan  kandang khusus mengisolasi ternak dari ternak yang lain dengan tujuan pengobatan dan pencegahan penyebaran suatu penyakit. Kandang karantina  letaknya terpisah dari kandang yang lain.

  1. VI.        DAFTAR PUSTAKA

Anonimus,2000. PenggemukanSapi Potong dengan Menggunakan Probiotik Starbio. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Padang Marpoyan–Riau.Badan Litbang Pertanian.

Dirjen Peternakan. 2006. Implementasi Program menuju swasembada daging 2010. Strategi dan Kendala. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. P     bang Peternakan.

Hall,J.M.  and  R.  Sansoucy.  1981.  Open  Yard  Housing  for  Young Cattle. Food and  Agriculture  Organization of  The  United Nation. Rome.

O’Mary,C.C. and I.A.Dyer. 1972 Commercial Beef Cattle                 n.

Lea & Febiger. Philadelphia.

Siregar, A.R., B.Hariyanto, E.Setiawan dan A.Mulyadi.1996. Pedoman Usaha Sapi Bakalan   dalam SistemUsaha Pertanian Berwawasan Agrisnis Komponen Ternak. PusatPenelitiandanpengembanganPeternakan. Bogor.

Santosa,    U.2002.    Prospek    Agribisnis     Penggemukan    Pedet.

Penebarswadaya.

30

 

file dapat di unduh di sini

About Fajar Rizky Hogantara

I am the BIg Family of SH Terate

Posted on December 19, 2013, in Ruminansia. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: