PAKAN TERNAK RUMINANSIA

  1.                                                                                                                                                  I.          J E N I S  PAKAN

 

  1. 1.    Hijauan

Adalah semua bahan pakan dalam bentuk segar yang umumnya terdiri atas daun-daunan, rumput-rumputan, biji-bijian, kacang-kacangan, dll.

Macam – macam hijauan:

  1. Rumput-rumputan

–       Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

–       Rumput Benggala (Penicum maximum)

–       Rumput lapangan yang tumbuh secara liar. dll

  1. Kacang-kacangan.

–       Lamtoro (Leucaena leucocephala)

–       Stylo (Sty-losantes guyanensis)

–       Centro (Centrocema pubescens)

–       Pueraria phaseoloides

–       Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain

  1. Daun-daunan

–       Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.

  1. Jerami dan hijauan kering

Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).

 

  1. 2.    Pakan penguat (konsentrat)

Adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus dan berperan sebagai penguat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pakan penguat:

  1. Ketersediaan harga satuan bahan pakan
  2. Standar kualitas pakan penguat.

Sebagai pedoman setiap kilogram pakan penguat harus mengandung minimal

–       Energi    : 2500 KCal

–       Protein   : 17%

–       SK         : 12%

  1. Metode dan teknik pembuatan
  2. Prosedur memformulasi

–            Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan, kandungan nutrisinya (energi, potein), harga/unit berat, harga/unit energi dan harga per unit protein

–            Tentukan standar kualitas nutrisi pakan penguat yang akan dibuat.

–            Memformulasi pada form formulasi

–            Tentukan sebanyak 2% (pada kolom%) bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral

–            Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang mempunyai kandungan energi lebih tinggi daripada kandungan energi pakan penguat, tetapi harga/unit energinya yang paling murah (dapat digunakan lebih dari 1 macam bahan pakan).

–            Jumlahkan (% bahan, Kcal energi, % protein dan harganya), maka 50% formula sudah diperoleh

–            Lakukan pengecekan kualitas dengan membandingkan kualitas nutrisi % formuladengan kualitas nutrisi 50% pakan penguat.

 

 

  1. 3.    Pakan Pemacu

Jenis-jenis pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba di dalam rumen sehingga dapat merangsang penambahan jumlah konsumsi serat kasar yang akan meningkatkan produksi:

–       Molases merupakan bahan pakan yang dapat difermentasi dan mengandung beberapa mineral penting, dapat memperbaiki formula menjadi lebih kompak, mengandung energi cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan palatabilitas sertacitarasa.

–       Urea merupakan bahan pakan sumber nitrogen yang dapat difermentasi, setiap kilogram urea mempunyai nilai yang setara dengan 2,88 kg protein kasar (6,25X46%). Dalam proporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna.

Proses Pembuatan dilakukan dalam suasana hangat dan bertahap:

  • Molases (29% dari total formula) dipanaskan pada suhu ± 50 derajat C
  • Buat campuran:
    • Campuran 1:
–    Tapioka               : 16%

–    Dedak padi         : 18%

–    Bungkil kedelai   : 13%

  • Campuran 2:

–    Urea                    : 5%

–    Kapur                  : 4%

–    Garam                 : 9%

  • Campuran 3:

–    Tepung tulang     : 5%

–    Mineral                : 1%

à

Campur semua
  • Masukkan campuran dikit2ke dalam molases à aduk hingga merata (±15 menit) à masukkan dalam cetakan dan padatkan à simpan di tempat teduh dan kering

Kualitas Nutrisi

Hasil analisis proksimat, pakan pamacu yang dibuat dengan formulasi tersebut mempunyai nilai nutrisi sebagai berikut:

–       Energi    : 1856 Kcal,

–       Protein   : 24%,

–       Kalsium : 2,83%

–       Fosfor    : 0,5%.

Jumlah dan Metode Pemberian

Pemberian pakan pemacu dapat meningkatkan konsentrasi amoniak dalam rumen dari (60-100) mgr/liter menjadi 150-250 mgr/liter, sangat cocok bagi ternak ruminansia yang digembalakan dan diberi sisa tanaman pangan seperti jerami atau bahan pakan berkadar protein rendah.

Jumlah pemberian pakan pemacu disesuaikan dengan jenis dan BB ternak:

ü Untuk ternak kambing maks  : 4 gr

ü Untuk ternak sapi                        : 2 gr        /Kg BB

ü Untuk kerbau                      : 3,8gr

 

 

 

 

 

 

  1.                                                                                                                                           II.          MANFAAT PAKAN
  2. 1.    Sumber energi

Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dan serat kasar di bawah 18%.

Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu:

  1. Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
  2. Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
  3. Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
  4. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah,rumput benggala dan rumput setaria).

 

  1. 2.    Sumber protein

Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).

Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:

  1. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunansebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat,ganggang dan bungkil)
  2. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra, gamaldan sentero
  3. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dansebagainya).

 

  1. 3.    Sumber Vitamin dan Mineral

Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi yang bervariasi tergantung dari:

–       Pemanenan, umur

–       Pengolahan

–       Penyimpanan

–       Jenis dan bagian- bagiannya (biji, daun dan batang)

–       Perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan.

Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam bentuk bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.

 

  1.                                                                             III.          PEDOMAN TEKNIS PEMBUATAN/PENGOLAHAN

 

  1. 1.    Kebutuhan Pakan.

Kebutuhan pakan ternak dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi.

Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada:

–     Jenis ternak

–       Umur

–       Fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui)

–       Kondisi tubuh (normal, sakit)

–       Lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara)

–       Bobot badannya.

Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula. Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (NationalResearch Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak ruminansia

 

  1. 2.    Konsumsi Pakan

Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  1. a.    Temperatur Lingkungan

Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas.

  1. b.   Palatabilitas

Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya

Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.

  1. c.    Selera

Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.

  1. d.   Status fisiologi

Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh(misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya

  1. e.    Konsentrasi Nutrisi

Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi didalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah

  1. f.     Bentuk Pakan

Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) dari pada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong dengan ukuran 3-5 cm.

  1. g.    Bobot Tubuh

Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut.

Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang, namun dalam praktek dilapangan BB ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan (BB) dan lingkar dada (LD)

Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:

–       BB = PB (inci) x LD (inci)/661

–       Berat Badan Metabolis (BBM) dapat dihitung dengan cara meningkatkan BB dengan nilai 0,75

–       BBM = BB.0,75

  1. h.   Produksi

Produksi dapat berupa:

–     Pertambahan BB (ternak  potong)

–     Air susu (ternak perah)

–     Tenaga (ternak kerja)

–     Kulit dan bulu/wol

Makin tinggi produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan.

 

  1. 3.    Kandungan Nutrisi Pakan Ternak.

Setiap bahan pakan ternak mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya.

Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas: air, mineral, protein lemak, karbohidrat dan vitamin. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. Analisis itu dikenal dengan istilah “ANALISIS PROKSIMAT”.

 

  1.                                                                                                                                 IV.          KONTAK HUBUNGAN

 

  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

 

 

 

  1.                                                                                                                                         V.          DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Kartadisastra, H.R. (1997).

Penyediaan & Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Yogyakarta, Kanisius

  1. Budi Pratomo (1986).

Cara Menyusun ransum ternak. Poultri Indonesia.

  1. Suara Karya, 3 Maret 1992.

Mengenal Pakan Ternak Jenis Unggul.

  1. Neraca, 6 Juni 1991.

Jenis Pakan Yang Cocok Untuk Ternak.

  1. Suara Karya, 19 Januari 1993.

Memanfaatkan Sisa Pakan.

  1. Suara Karya, 2 Juni 1992. Silase,

Pakan Ternak Musim Kemarau.

  1. Neraca, 1 Juli 1991.

Pemgolahan Jerami Menjadi Pakan Yang Disukai ternak.

  1. Pikiran Rakyat, 21 Mei 1990.

Perlakuan Khusus Terhadap Biji-bijian Bahan Pakan Ternak.

  1. Neraca, 20 juli 1990.

Pembuatan Hijauan Makanan Ternak.

  1. Suara Karya, 15 September 1992.

Cara Menanam Rumput Gajah.

  1. Kedaulatan Rakyat, 21 Juni 1990.

Prospek Industri Makanan Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah.

file dapat di unduh di sini

About Fajar Rizky Hogantara

I am the BIg Family of SH Terate

Posted on December 19, 2013, in Ruminansia. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: